4 Perusahaan Militer Swasta Terkenal

Blackwater USA

Blackwater USA adalah korporasi militer swasta yang terdiri dari lima perusahaan: Blackwater Training Center, Blackwater Target System, Blackwater Security Consulting, Blackwater Canine (K-9), dan Blackwater Air (AWS). Blackwater memiliki fasilitas pelatihan lengkap di North Carolina dipimpin Gary Jackson yang merupakan mantan NAVY SEAL. Blackwater di kalangan pengguna Amerika Serikat sudah dikenal sangat luas. Blackwater banyak membantu Departemen Pertahanan AS, Departemen Luar Negeri AS dan Departemen Transportasi AS. Termasuk perusahaan-perusahaan raksasa di Amerika Serikat dan negara-negara sahabat Amerika Serikat di seluruh dunia.

Dalam kontrak sesuai keahliannya, Blackwater bertanggungjawab untuk menjadikan pemesan memiliki kecakapan dalam tugasnya. Untuk mempertinggi kepercayaan pelanggan terhadap Blackwater, di North Carolina dibangun fasilitas lengkap pelatihan yang disebut Blackwater Academy. Terdiri dari sejumlah lapangan tembak indoor maupun outdoor seluas 24 km persegi.

Pada Maret 2004, Blackwater menerima kontrak mengawal pengapalan makanan ke Fallujah, Irak, di mana kemudian empat orang dari mereka diserang dan terbunuh di Fallujah.

Merupakan perusahaan yang merangkap sebagai mitra CIA dalam peperangan. Termasuk di Timur Tengah.

DynCorp

DynCorp, perusahaan kontraktor militer swasta (PMC) yang bermarkas di Reston Virginia Amerika Serikat (AS) ini memiliki unit-unit usaha yang tidak hanya berbau operasi bersenjata. Diantaranya siap menerima kontrak pemeliharaan pesawat-pesawat milik angkatan udara bahkan menerbangkannya. Seperti halnya yang dilakukan di Kolombia. Sedangkan soal pengawal bersenjata, pada tahun 2004 DynCorp mengirim para pengawal bersenjata (armed bodyguards) ke Afganistan untuk melindungi presiden Hamid Karzai. Untuk order ini mereka menerima bayaran dari kantor State Departement AS. Pada 15 Oktober 2003, tiga operator DynCorp terbunuh dalam serangan bom di Jalur Gaza. Saat itu mereka bertugas sebagai pengawal diplomat AS. Perusahaan ini memiliki 23.000 personil karyawan.

Perusahaan ini memang bisa mengerjakan segala macam kontrak yang berkaitan dengan keamanan yang akan dikerjakan oleh contract field teams (Tim Kontraktor lapangan). Khususnya guna mendukung militer AS. Mereka dilibatkan di Bosnia Herzegovina, Somalia, Angola, Haiti, Kolombia, Kosovo dan Kuwait. Di Afghanistan selain mengawal Karzai, DynCorp juga melatih polisi lokal setempat. Mereka juga aktif di Provinsi Chapare, Bolivia dengan tugas memberangus ladang kokain. Dengan kata lain DynCorp merupakan satu dari 25 PMC yang dipercaya pemerintah AS.

Pada Maret 2003, Dyn Corp memperoleh suntikan dana (diakuisisi) dari PMC terbesar, Computer Sciences Corporation (CSC) sekitar 914 juta dolar AS. Pada saat diambil alih, DynCorp memiliki 26.000 karyawan dan 95% kontrak-kontrak dengan pemerintah AS.

CSC sebagai pembeli juga bukan pemain baru. Sejak lama CSC sudah menjalin hubungan baik dengan General Dynamics (Kini diakuisisi Lockheed Martin), BAe Systems, Chevron Corp, Du Pont, MIT (Massachusetts Institute of Technology, Nortel networks, Raytheon, Siemens, Departemen Pertahanan AS dan NASA Goddard SFC. CSC sendiri merupakan satu dari puluhan perusahaan yang bekerja untuk kepentingan AS.

Akhir tahun 2004, CSC mengumumkan secara terbuka bahwa mereka setuju membely DynCorp International dan unit-unit dari DynCorp Technical Services. Ketika diakuisisi CSC, penghasilan DynCorp mencapai 2,525 miliar dolar AS. Sebelum berganti Pimpinan, DynCorp sudah bekerjasama dengan US Drug Enforcement Agency (DEA), Departement of Justice, Enviromental Protection Agency, Federal Communication, Internal Revenue Service dan Treasury Departement.

karena bidang pekerjaan yang tipis perbedaannya antara hitam dan putih (grey area), DynCorp sempat menuai tajam karena perannya yang terus meningkat dalam setiap operasi militer AS diluar negeri. Hal ini memancing pertanyaan apakah PMC mampu melakukan sesuatu sama dengan standar yang dimiliki militer AS. DynCorp dituduh terlibat dalam konflik di Bolivia. Mereka disebut-sebut menerima sejumlah uang dan terlibat penyelundupan kokain.

Pada tahun 1999, RICO (Racketeer influenced and Corrupt Organization Act) mengajukan DynCorp dengan tuntutan atas perilaku operatornya di Bosnia, RICO menemukan data, karyawan dan supervisor dari DynCorp telah terlibat dalam perbuatan kriminal seperi perdagangan senjata gelap, perdagangan wanita dan pemalsuan paspor.

Military Professional Resources Inc.

Military Professional Resources Inc. atau dikenal dengan MPRI, adalah perusahaan militer swasta yang dibentuk oleh delapan mantan perwira militer senior Amerika Serikat pada tahun 1988, dalam operasinya MPRI mengandalkan para mantan anggota militer.

Kantor pusat MPRI berada di Alexandria, Virginia. Di kantor inilah segala bentuk kontrak baik di dalam AS atau luar negeri dilakukan transaksinya. Fokus bisnis MPRI adalah di seputar persoalan pertahanan, penegakkan hukum dan pengembangan kepemimpinan , baik pemerintah maupun swasta.

Pada taun 2003, MPRI memasuki usia 13 tahun dan memiliki 700 karyawan. MPRI pernah dituduh terlibat dalam perang kotor untuk kepentingan militer AS. Seperti memberi pelatihan militer pada UÇK (Ushtria Çlirimtare e Kosovës-Albanian) atau Kosovo Liberation Army/KLA (Tentara Pembebasan Kosovo) dalam krisis Kosovo (Kosovo) di Macedonia. Padahal saat bersamaan secara resmi Pentagon menyeleksi untuk melatih angkatan darat Macedonia. Selain itu MPRI juga menerima tuduhan ikut membangun kembali angkatan darat Kroasia pada tahun 1995 dan menjalin hubungan dengna angkatan darat Amerika Serikat yang melakukan serangan udara terhadap tentara Serbia.

NPO Saturn

Gedung NPO Saturn

NPO Saturn (НПО Сатурн) adalah produsen mesin pesawat Rusia, terbentuk dari merger dari Rybinsk dan Lyul’ka-Saturnus (setelah Arkhip Mikhailovich Lyulka). Saturnus banyak mesin listrik pesawat mantan Blok Timur, seperti Tupolev Tu-154. Saturnus memiliki 50% saham dalam usaha patungan dengan SNECMA PowerJet. Perusahaan, didirikan oleh Pavel Aleksandrovich Soloviev, memiliki kantor pusat di kota Rybinsk.

Vinnell Corporation

Vinnell Corporation

Vinnell Corporation didirikan oleh almarhum A.S. Vinnell pada tahun 1931 untuk memblok jalan di Los Angeles. Sejak itu perusahaan itu telah menangani sejumlah proyek lokal dan proyek pemerintah yang besar. Perusahaan ini merupakan kontraktor utama bagi operasi militer Amerika Serikat di Okinawa, menangani pesawat Air France di Guam di awal tahun 1950-an, dan mengirim personil dan peralatan ke medan pertempuran di masa Perang Korea

Bisa dikatakan kontrak militer yang paling penting bagi Vinnell adalah proyek yang didapatnya pada tahun 1975. Saat itu Pentagon membantu perusahaan ini untuk memenangkan tender. Vinnell dikontrak untuk melatih Garda Nasional Arab Saudi (Saudi Arabian National Guard), sebuah unit militer yang berasal dari kalangan pejuang Bedouin. Pejuang ini membantu klan Bani Saud mengontrol Arab Saudi di awal abad ke-20.

Upaya rekrutmen pertama Vinnell dibantu oleh seorang mantan kolonel Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) bermata satu yang bernama James P Holland. Proses rekrutmen berlangsung di sebuah kantor kecil di pinggiran Alhambra, Los Angeles.

Upaya perekrutan itu ditujukan untuk menyatukan veteran Angkatan Darat yang pernah bertugas di Vietnam dengan misi melatih tentara Arab Saudi untuk mempertahankan ladang minyak. Kontradiksinya Henry Kissinger baru saja mengingatkan bahwa suatu hari AS akan menginvasi ladang tersebut. Terbukti sekarang bagaimana AS “menguasai” ladang minyak tersebut.

Vinnell menganggap kegiatan latihan dan dukungan dan dukungan yang dilakukan mengalami perkembangan selama tahun 70-an dan 80-an. Diantara keberhasilan perusahaan dalam bidang ini adalah Interim Training Center di Jubail, Arab Saudi, dan pelatihan dalam bidang teknik penerbangan bagi Angkatan Udara Malaysia (Royal Malaysian Air Force).

Tahun 1980 merupakan awal bagi keterlibatan Vinnell dengan Angkatan Udara Arab Saudi (Royal Saudi Air Force). Vinnell menyediakan mulai dari sistem analisis sampai logistik dan aeronautical engineering (depo teknik penerbangan).

Ketika angkatan darat Arab Saudi (Royal Saudi Land Forces) memutuskan untuk mengoperasikan kendaraan tempur jenis Bradley, Vinnel dianggap sebagai kontraktor dukungan logistik berkualifikasi tinggi dan pantas menjalankan program tersebut.

Kini berbasis di Fairfax, Virginia, perusahaan ini dikontrol melalui jaringan erat kepemilikan rekanan, termasuk diantaranya James A. Baker dan Frank Carlucci, mantan US secretaries of state and defense dibawah kepemimpinan George H. W. Bush.

Menurut Freedom of information Act yang diminta oleh US News and World Report, sejak 1994 Vinnell telah menerima bayaran sebesar 800 juta dolar AS untuk pelatihan dan konstruksi saja. Sebagai imbalan, Vinnell telah membangun, menjalankan dan melengkapi personil serta menulis doktrin untuk lima akademi militer, 7 shooting ranges, dan sistem pemeliharaan kesehatan begitu juga dengan training dan memperlengkapi empat mechanized brigade (brigade mekanik) dan lima brigade infantri (infantry brigade).

Selama operasinya, Vinnell telah berhasil merampungkan sejumlah proyek di 5 benua dan lebih dari 50 negara. Yang memberi order tidak hanya dari kalangan pemerintah melainkan juga kalangan bisnis komersial.

Di situs Vinnel dicantumkan bahwa Vinnell mengoperasikan pangkalan-pangkalan militer di Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat. Tujuannya untuk menjamin pengoperasian dan pemeliharann berkualitas tinggi.

Tidak hanya itu, Vinnell juga memberikan jenis dukungan logistik selama perang kepada AS dan pelanggan asingnya. Bisa dibilang Vinnell terlibat dalam operasi Dessert Sotrm dalam Perang Teluk I dan Invasi Amerika Serikat ke Irak 2003 (Iraqi Freedom). Wilaya operasinya bahkan hingga Kosovo dan Afganistan. Proyek yang ditawarkan Vinnell juga termasuk proyek pemulihan paska perang.

Sebagai perusahaan yang diidentikkan sebagai tentara bayaran, tentu saja Vinnell mengundang kontradiksi. Bagi sebagian pihak, kiprah Vinnell merupakan komitmen Amerika Serikat dalam menjaga dunia. Jelas, kiprah Vinnel termasuk dalam agenda George W. Bush, Proyek bagi abad Amerika Baru. Namun bagi sebgian lain, Vinnell dianggap memalikan Amerika Serikat. Terutama dalam hal mengambil keuntungan dari perang dan kekerasan

Kesan negatif ini tentu saja mendapat tanggapan. “Kami bukan tentara bayaran karena kami tidak menarik pelatuk senjata” kilah seorang mantan perwira angkatan darat AS. “Kami melatih orang untuk menarik pelatuk senjata“. Pernyataan ini disambut dengan rekannya dengan mengatakan: “Mungkin ini membuat kami adalah tentara bayaran eksekutif“.

Dikuti dari : http://id.wikipedia.org/

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: